• Puisi Untuk Hari Tani

    24 September* oleh: Moh Wahyu Sholihuddin

  • Tentang Pancasila dan Kebangkitan Nasional

    Optimalisasi Pemahaman Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan: Suatu Upaya untuk Menumbuhkan Harmonisasi Budaya Menuju Kebangkitan Nasional*

  • Teaser Tulisan KKN AOB di Kalimantan Barat 2015

    KKN 2015, Pengabdian?

  • Tulisan Anti NAPZA

    Sosialisasi Melalui Sosial Media sebagai Upaya Penyelamatan Generasi Bangsa dari Bahaya NAPZA

Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2019

Perempuan: Petugas Loket Stasiun (Puisi)

Perempuan: Petugas Loket Stasiun

Berlari tergopoh-gopoh
Kebiasaan ketika mau pergi
Tetapi tidak ada tiket
Dan tentu loket stasiun jadi tujuan utama
Sambil menunggu antre
Antre yang tidak pendek
Meski ada beberapa loket
Karena kereta lokal
Loketnya hanya satu, yang dibuka
Mbak-mbak yang jaga loket
Dengan nada yang sama
Melayani tiap antrean
Entah apa yang dimakan,
Konsisten
Seperti cs operator
Bolak-balik kulihat papan informasi jadwal prameks
Berharap tidak salah ketika ngomong di depan loket
Hingga giliranku pun tiba
Ada dua papan kecil bertuliskan jadwal kereta ke arah jogja
Berharap ku dapat yang lebih awal dan murah
Ada jam setengah sembilan pagi
Ada setengah sepuluh pagi
Mbaknya bertanya
Kulihat lagi
Kukatakan saja yang berangkat jam setengah sembilan
Lumayan dapat prameks yang murah dan tidak perlu menunggu lama, pikirku
Kulihat tiket sudah dicetak,
Dan mbaknya pun bilang “tiga puluh ribu”
Lho, aku sedikit bingung
Kok nggak delapan ribu
Kulihat lagi papan kecil yang bertulis jam keberangkatan lebih awal,
Kuamati, ternyata ada tulisan lain
Nama kereta lain, yang pasti bukan prameks
Mau ganti yang kereta prameks
Tetapi tiket sudah dicetak
Ya meski tidak tertuliskan identitas, kecuali hanya nomor tempat duduk
Ya apa boleh buat
Kulihat dompet, ya
Syukurlah
ada uang cash lebih
Tidak apa-apa
Apa yang mengalihkan perhatianku tadi ya?
Apa dua mbak-mbak yang menjaga loket?
karena kulihat mereka asyik mengobrol
Dan aku merasa sedikit memperhatikan
dalam lamunan yang beberapa detik




(foto: https://www.instagram.com/p/BdDoyc_gG-P/) 




Kamis, 25 April 2019

Ceritaku Dengannya 2 (Puisi)

Ceritaku Dengannya 2

Ada yang datang lagi
menyapa untuk memberi arti
atau disapa untuk mengartikan kata hati
yang datang dari tempat berbeda
pada momen yang tak pernah disangka
meski sedikit dalam berkata

Apakah aku hanya berdiam
meski pertemuan yang kurang dari sepekan
berbeda kata dan rasa yang diungkapkan
hingga ujung hari perpisahan
Namun kami masih terjaga dalam sapa dan salam
meski waktu itu dengan bermain facebook-an
karena dari jejaring itu ia kutemukan

Berkata, bersapa, tiada jumpa
meski ia juga datang ke kota
karna waktu yang tiada membela
hingga beberapa bulan lamanya
tetiba kegelisahan tercipta
seperti apakah daku dihatinya

Dalam pesan dalam kata yang aku terima
lebih banyak untuk formalitas semata
tiada daya mau membalas apa
entah yang dikata atau dirasa
hingga kini pun semakin jarang saling sapa
meski rinduku yang tak bersuara
tapi aku tetap menjaga

Pernah ku sekali berjumpa
tatkala ia datang ke Jogja
untuk tamasya bersama keluarga
berjumpa, menyapa, untuk sesaat saja
lalu ku menghilang dalam dala peredarannya
ya, hanya aku yang tak memberi balas sapa

Diamku hanya untuk menjaga
bagaimanakah kata yang tepat untuk ditata
merumitkan sendiri apa yang sederhana
pikiran yang merantai batin dengan membabi buta

Aku menunggu hingga suatu saat nanti,
terus menjaga harap dan rasa
yang kutanyakan pada diri ini
apakah ia juga memiliki rasa yang sama
ataukah telah menambatkan bahtera cintanya
pada pelabuhan terdekat
atau berlayar terus,
hingga layar rasa kami saling bertemu,
bertatap dalam rasa cinta
melalui doa kutitipkan segalanya.

Sumber Ilustrasi:
http://desainarena.com/wp-content/uploads/2014/10/Tutorial-photoshop-cara-membuat-foto-siluet-10.jpg