• Puisi Untuk Hari Tani

    24 September* oleh: Moh Wahyu Sholihuddin

  • Tentang Pancasila dan Kebangkitan Nasional

    Optimalisasi Pemahaman Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan: Suatu Upaya untuk Menumbuhkan Harmonisasi Budaya Menuju Kebangkitan Nasional*

  • Teaser Tulisan KKN AOB di Kalimantan Barat 2015

    KKN 2015, Pengabdian?

  • Tulisan Anti NAPZA

    Sosialisasi Melalui Sosial Media sebagai Upaya Penyelamatan Generasi Bangsa dari Bahaya NAPZA

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2019

Pengalaman Mengikuti Seleksi MT di PT Shoetown Ligung Indonesia

Selamat Yahmene, readers!!
Kali ini penulis mau berbagi pengalaman ketika mengikuti serangkaian seleksi masuk kerja yang pertama kali dialami. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan Jobfair dan melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan. Jobfair yang saya ikuti, tepatanya pada akhir September 2019 (sekitar tanggal 25-27) di UNS Surakarta. (btw saat menulis ini, saya masih ngekos di Yogyakarta, paska wisuda agustus kemarin.) 
Sekalian jalan-jalan di kampus orang juga sih hehehee...
Seperti biasa, peserta yang hendak mengikuti Jobfair atau masuk keruangan yang ada booth-booth perusahaan diharuskan untuk mendaftar terlebih dahulu. Langsung saja, hari pertama pagi setengah siang ke UNS, ruangan Jobfair berada di Auditorium UNS, belakang gedung rektorat. Sesampainya di sana, gilak bener dah, yang antre untuk masuk. Antreannya mengekor hingga ke depan gedung rektorat. Sempat pesimis juga sih, ini segini banyak manusia pencari kerja, padahal perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan tidak banyak.
 
Setelah berhasil masuk, sekitar jam 13.00 WIB, setelah istirahat siang Ruang Jobfair kembali dibuka. Setelah masuk saya menuju booth besar, yakni PT. Shoewtown Ligung Indonesia. Perusahaan ini merupakan produsen sepatu Nike di Indonesia yang bertempat di Majalengka, Jawa barat. Pada Jobfair kali ini, perusahaan membuka lowongan sebagai MT atau Management Training yakni posisi yang disipakan pada bagian-bagian manajerial. Saya berminat untuk mendaftar MT ini karena persyaratannya yang tidak sulit, rata-rata ialah fresh graduate atau yang maksimal 1 tahun pengalaman dalam bekerja serta dari semua jurusan.Tahapan tes untuk melamar MT di PT Shoetown Ligung Indonesia ini ialah FGD, Psikotes, Interview HR, Interview User, dan Tes Kesehatan yang dijalankan dengan sistem gugur pada tiap tahapannya

Setelah mendaftar dan berkeliling ke booth lain, sore harinya saya balik ke Yogya karena tidak ada rencana untuk menginap di Solo. Malam hari, saya mendapat SMS dari PT Shoewtown untuk mengikuti tes FGD ( focus Group Discussion) yang diadakan di gedung LPPM UNS besoknya pada tanggal 26 September 2019 jam 9 pagi. 

Tes tahap FGD ini para pelamar dibagi ke beberapa kelompok kecil berisi 10 orang. Setelah dijelaskan dan diberi sebuah teks kasus, masing-masing anggota diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat mengenai penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kasus ini. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Setelah diskusi selesai dan menyampaikan kesimpulan, panitia dari pihak Shoetown mengumumkan siapa saja yang lolos pada tahap ini. Dari 10 peserta, hanya 5 yang lolos ke tahap psikotes, termasuk saya. 

Tes tahap selanjutnya, yakni psikotes, dilaksanakan di ruangan dan gedung yang sama pada hari itu juga pada sore harinya, jam 15.00 WIB. Sambil menunggu waktu psikotes, saya masuk lagi ke ruangan Jobfair sebentar dan istirahat siang. Sambil istirahat siang, jalan-jalan sambil cari tempat duduk di Perpustakaan UPT UNS yang letaknya di belakang Auditorium. ketika duduk-duduk di ruang tunggu perpustakaan, tak sengaja bertemu teman KKN di Meliau, Fani, yang sama-sama ikut Jobfair juga ternyata... hahaha.... 

Sore hari, pelaksanaan psikotes kurang lebih sekitar 2 jam, banyak banget soalnya, seperti tes IQ, apalagi bagian penjumlahan deret angka secara vertikal, benar-benar menguras pikirian. hahaha.. setelah psikotes tuilis selesai, peserta diberi waktu sampai jam 20.00 WIB untuk mengisi tes kebripadian DISC dan MBTI secara online dan hasilnya dikirim ke panitia. Pulang dari tes di UNS sambil kejar-kejaran sama kereta Prameks yang jam 18.05, karena selesai juga mepet maghrib juga. Untunglah masih bisa dan kekejar..

Pagi hari saya cek handphone untuk melihat SMS masuk, karena pengumuman tes peserta yang lolos diberitahukan lewat SMS. Di situ ada 1 pesan dengan jam 1 dini hari yang berisi undangan untuk mengikuti tes tahap interview HR di aula FEB UNS pada tanggal 27 September 2019 jam 15.00. Kembali lagi ke Solo pada siang harinya, untuk antre lagi, dan pada tahap ini, sekitar 50 % peserta yang lolos dari tahap psikotes kemarin. Semakin ketat saja. Pada sesi interview HR, peserta mendapat pertanyaan yang berbeda-beda tergantung interviewernya juga. Pada bagian awal ditanya apakah bersedia interview dengan Bahasa Inggris, karena MT ini nantinya juga berurusan dengan orang asing. Selesai intervie sekitar jam 5 sore. pengumuman peserta yang lolos tahap ini untuk esoknya interview dengan user akan diberitahukan lewat SMS pada malam harinya sekitar jam 22.00 IWB.

Setelah maghrib balik ke Yogyakarta lagi, sambil menunggu pengumuman. Setelah ditunggu sampai pagi, dan tentu saya malamnya tidur..hehehe.. tidak ada SMS yang masuk, yah, mungkin memang belum rejekinya ya. Itung-itung buat pengalaman pertama menjadi job seeker yang melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan.
Sekian pengalaman saya mengikuti seleksi MT yang bisa saya bagikan.... btw kampus UNS gedhe juga ya ternyata... naik turun bukit lokasi-lokasi antar unitnya....hehe

Sabtu, 17 November 2018

Kilas Balik KKI 2013 Yogyakarta

Selamat yah mene ....
Sebelum membaca lebih jauh, mari kita ketahui lebih dahulu apa itu KKI? dan tentang apa tulisan ini nanti? Dan kenapa cerita lama tahun 2013?
Tulisan ini dibuat untuk menyongsong dan menyemarakkan KKI 2018 yang akan digelar awal Desember nanti di Jakarta sekaligus menyegarkan ingatan akan pelaksanaan sebelumnya.

KKI atau kepanjangan dari Kongres Kebudayaan Indonesia ialah sebuah acara kongres yang membahas tentang budaya yang ada di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan sebelumnya ialah pada tahun 2013 bertempat di Yogyakarta. Lokasi pelaksanaan kongres ini berpindah-pindah tiap periodenya. Untuk tahun 2018 ini, yang sebelumnya hendak dilaksanakan di Bali, akan tetapi Kemendikbud RI sebagai komite pelaksana telah menentukan lokasinya di Jakarta, Kompleks Kemendikbud.
Pada tahun 2013 lalu, kegiatan ini berjalan selama 5 hari, di hari pertama dilakukan upacara pembukaan serta 4 hari kemudian dilaksanakan sidang kongres serta pada malam terakhir dilakukan penutupan. Oleh karenanya banyaknya peserta, maka sidang pada kongres tersebut dibagi menjadi 5 kelas sidang yang masing-masing di tempat yang berbeda. Sidang 1 dan 2 berada di Hotel Saphire, sedangkan Sidang 3, 4, dan 5 berada di Royal Ambarukmo.
Pada setiap kelas sidang, diberikan paparan materi oleh tenaga ahli bidang budaya atau budayawan mengenai permasalahan, perkembangan, dan pelestarian budaya di Indonesia. Selain itu, para peserta sidang juga berkontribusi dalam memberikan sumbang dan masukan pemikiran terkait upaya bagaimana melestarikan kebudayaan di Indonesia.
Strategi-strategi yang disampaikan dan diadu pemikirannya cukup beragam, mulai dari etnik dan musik, toleransi, tinggalan budaya materi, pelestarian adat istiadat, metode pengembangan hasil budaya, dan lain sebagainya.
Untuk melengkapi cerita secara visual, di bawah ini ada beberapa dokumentasi yang sempat penulis abadikan ketika pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia di Yogyakarta tahun 2013. Penulis di sini dulu pernah menjadi salah satu panitia pada bagian LO, yakni menghubungkan para undangan dan pembicara untuk kelancaran pelaksanaan kongres. Akan tetapi pada pelaksanannya ternyata malah nge-handle berbagai macam tugas, seperti LO, administrasi, MC, dan asrot. Sebagai pengalaman saja sih dalam menjalankan tugas.


Rapat koordinasi persiapan Panitia KKI 2013 di Hotel Saphire

Upacara pembukaan KKI 2013, Ambarukmo

Upacara pembukaan KKI 2013, Ambarukmo

Suasana hettics ruang sekretariat

Koordinasi pemateri dan panitia

Suasana salah satu ruang sidang kongres

Suasana salah satu ruang sidang kongres

Mengantar peserta undangan ke penginapan

Gala dinner pdi pendopo Ambarukmo

Peserta dan panitia (notulen) pada salah satu kelas sidang

Pendataan ulang peserta di resepsionis


Enjoy setelah upacara penutupan, panitia mahasiswa (LO dan notulen)


*Lain kali ditambah saya tambah lagi tulisannya ya... bhehehehee

Sabtu, 03 November 2018

BNN Kembangkan Kemampuan Mahasiswa untuk Menjadi Kader Penyuluh Anti Narkoba

Menindaklanjuti tulisan teaser pada kiriman sebelumnya (https://catatan-aob.blogspot.com/2018/10/teaser-workshop-pengembangan-organisasi.html), di bawah ini ialah laporan lengkapnya. Mari kita simak!!



Yogyakarta. Indonesia Darurat Narkoba telah dicanangkan oleh presiden Republik Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Akan tetapi, dari tahun ke tahun angka prevalensi penyalahgunaan narkoba cenderung tinggi, serta jumlah pemakai sebagian besar ialah dari golongan pelajar dan mahasiswa dengan motif alasan coba-coba. Oleh karena itu, dalam upaya menyelamatkan pemuda generasi masa depan ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bekerja sama dengan instansi pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta menyelenggarakan workshop Pengembangan Kapasitas Lingkungan Pendidikan Bidang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada hari Senin dan Selasa tanggal 23-24 Mei 2016. Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan beberapa mahasiswa perguruan tinggi seperti UGM, UNY, UII, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran, UPY, Univ. Atma Jaya, UMY, UNS , dan UMS.
Foto 1. Peserta dan Narasumber foto bersama dengan membentuk simbol “A” Artipena setelah pemberian materi pada hari pertama 

Untuk kegiatan pada hari pertama (25/5) bertempat di ruang mulltimedia gedung pusat UGM dari pukul  08.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB. Seluruh peserta memperoleh bekal materi penguatan kemampuan dan pemahaman mengenai komunikasi efektif dalam bersosialisasi terkait P4GN, narkoba dalam aspek hukum, adiksi dasar, strategi dan konseptualisasi pengembangan progam P4GN di lingkungan pendidikan, serta kemampuan dasar konselinng bagi mahasiswa terkait P4GN. Dr. Drs. Senawi, MP., sebagai salah satu narasumber, menjelaskan bagaimana menyampaikan pesan yang efektif sehingga tujuan daripada sosialisasi terkait bahaya narkoba dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu, juga dalam memerangi bahaya narkoba di lingkungan pendidikan maka antar lembaga pendidikan harus saling berkomunikasi atau melakukan koordinasi dalam upaya sinkronisasi tujuan bersama untuk menyelamatkan sumber daya civitas akademik dari narkoba.
Saat ini, di lingkungan pendidikan tinggi telah terbentuk jaringan mahasiswa antar kampus di Yogyakarta terkait pencegahan bahaya narkoba berupa Virus Biru dan Lembaga Penyuluh Anti Narkoba (LPAN). Tidak hanya itu, di lingkungan direktorat telah terbentuk Artipena (Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba) sebagai upaya koordinasi antar kampus di Indonesia dalam memerangi bahaya narkoba.
Foto 2. Sosialisasi dan edukasi mahasiswa kepada salah satu SMP di Surakarta terkait bahaya penyalahgunaan narkoba (24/5)


Kegiatan hari kedua (24/5), seluruh peserta yang telah memperoleh bekal materi dibagi menjadi enam tim untuk praktik sosialisasi serta edukasi kepada siswa-siswi ke beberapa SD, SMP, dan SMA di Surakarta. Sekolah yang dipilih untuk lokasi sosialisasi ini ialah bertempat di daerah Jebres yang memiliki keterkaitan tentang lingkungan penyalahgunaan narkoba serta beberapa efek yang ditimbulkannya. Selain itu, sosialisasi juga dilaksanakan melalui dakwah di 2 masjid dan 2 gereja di Kelurahan Sudirprajan Surakarta. Setelah sosialisasi, bertempat di Balai Kelurahan Sudiroprajan, dilakukan review hasil kegiatan serta diskusi dengan penyuluh dan testimoni mantan pecandu kini membantu dalam penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dr. Sulistiana, M.Si, Kasubdit. Lingkungan Pendidikan BNN, di akhir diskusi mengatakan “Seluruh peserta diminta untuk membuat action plan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan selama dua hari ini, berupa rencana-rencana strategis diserahkan ke wakil rektor bidang kemahasiswaan dari masing-masing kampus untuk segera dilakukan tindakan dalam penerapan P4GN di kalangan kampus”. (aob)
Foto 3. Diskusi hasil sosialisasi dan shring dengan penyuluh dan testimoni mantan pecandu dari Surakarta di Balai Kelurahan Sudiroprajan (24/5)

Rabu, 10 Oktober 2018

Teaser Workshop Pengembangan Organisasi Anti NAPZA di Lingkungan Perguaruan Tinggi

Teaser Workshop Pengembangan Organisasi Anti NAPZA di Lingkungan Perguaruan Tinggi
(panjang amat kak judulnya)

Mei 2016. BNN RI bidang Pendidikan mengadakan workshop pengembangan dan pelatihan kepada organisasi di lingkungan perguruan tinggi di wilayah DI Yogyakarta dan Solo. Kegatan dilakukan guna memberikan edukasi bagaimana pencegahan yang bisa dilakukan oleh para akadmisi. Selain itu juga ada aksi lapangan berupa sosialisasi ke sekolah-sekolah di Surakarta.
Penasaran?
Stay tune ya !!!
hehehe

Teaaser mulu, kapan tulisan lenngkapnya?!!! hehehe
sabarrr


Selasa, 02 Oktober 2018

Kafe Internet SuperHotspot Timoho (Review)

Sebelumnya, tulisan ini dibuat untuk memenuhi persyaratan penulis ketika hendak mendaftar sebagai calon pegawai atau operator di MerapiOnline.Corp superhotspot. Tugas tersebut ialah membuat kritik dan saran untuk Superhotspot Cabang Timoho, oleh karena itu langsung saja mari kita simak ulasan penulis berikut.
SuperHotspot Cafe Timoho (Net City lantai 2)

Sebelumnya tulisan ini nanti intinya ialah untuk memberikan kritik dan saran atau masukan kepada Superhotspot Internet Learning Cafe (yang selanjutnya akan disebut sebagai SH Timoho dalam artikel ini), khususnya untuk cabang yang berada di Timoho yang beralamatkan di Jalan Timoho No. 101C Yogyakarta. Sebelum memberikan kritik dan saran, akan dijelaskan secara singkat dulu mengenai deskripsi dari konsep SH Timoho ini. Penulis yang biasanya menggunakan tempat nongkrong di SuperHotspot Luxury (jalan Kaliurang) kini mencoba kutuk menikmati dan merasakan pelayanan dan fasilitas di SH Timoho ini. Konsep Internet Learning Cafe yang kini diusung SuperHotspot bisa terbilang kekinian, baik dari segala sisi. Pertama kali masuk, memang suasana kurang terang, karena apesnya pas mati listrik ketika penulis pertama kali datang, jadi untuk ruangan indoor terlihat remang-remang. SH Timoho ini terdiri dari dua jenis ruangan yang bisa digunakan oleh konsumen/ pengunjung, yakni outdoor dan indoor. SH Timoho yang berada di sebelah selatan Rumah Sakit Happyland ini untuk outdoor menyuguhkan pemandangan hijau kota Yogyakarta dan area parkir di depan bangunan gedung kafe ini. Suasana outdoor ini bagus dinikmati ketika berkunjung pada siang hari, terutama pengunjung yang tidak terpengaruh untuk suhu udara hangat, dengan pencahayaan langsung dari alam. Meja kursi yang tersedia di outdoor ialah meja yang keras, serta disediakan colokan (stop kontak) di setiap mejanya, hal ini yang digandrungi oleh masyarakat kekinian bila berkunjung ke suatu tempat (tempat nongkrong).
Desk pemesanan 

 Untuk bagian indoor, SH Timoho menyajikan bentuk arsitektur yang berbeda. Fasilitas full AC dan aroma parfum disediakan di ruangan indoor ini. Ruangan indoor yang berbentuk persegi dan mempunyai 4 sisi ini menyajikan keunikan gaya bentuk pada setiap sisinya. Sisi utara, yang memiliki gaya yang khas dengan hiasan bulat-bulat berupa potongan melintang batang pohon, serta garis-garis vertikal. Kemudian juga ada blok dinding bagian hitam dengan hiasan siluet. Si utara ini juga terdapat fasilitas toilet dan mushola sebagai tempat ibadah. Yang kurang dari sisi utara ini ialah tempat tempat ibadah yang seharusnya diperluas sedikit. Pada sisi timur, yang merupakan bagian penghubung dengan ruangan outdoor, memiliki bentuk arsitektur yang simpel dan elegan. Pada dinding sisi timur ini berupa dinding transparan kotak-kotak dan teruat dari kaca. Apabila pelanggan yang ada di dalam melihat bagian timur ini akan terasa sedikit silau pada siang hari, karena kebetulan bangunan ini menghadap ke timur. Namun hal ini diakali dengan memberikan aksen tiga kotak warna cokelat pada sisi timur. Pada sisi selatan, sisi ini berbeda dengan bagian lainnya, karena pada sisi ini tempat duduk berupa sofa panjang. Selain itu, dari desain dinding dan hiasannya berbeda dan menarik. Ada banyak jenis hiasan pada sisi selatan ini. Terdapat balok-balok kayu persegi panjang yang disusun vertikal dan horizontal pada bagian, pigura-pigura kalimat dan tokoh-tokoh, serta pot, botol-botol, serta toples, serta lukisan dinding. pada bagian bawah juga terdapat banyak hiasan pot berisi bunga/tanaman plastik Yang kurang pada sisi selatan ini ialah, ialah karena hiasannya terlalu banyak, terutama bagian timur, jadi terlihat ndrembel.
Hiasan indoor
suasana dinding sisi lain

Untuk sisi barat, pada ruangan ini berupa meja kasir, dapur, tempat karyawan menyajikan makanan dan minuman. Terdapat juga mesin kopi serta rak roti. Pada bagian atas sisi barat ini terdapat pajangan daftar menu serta berapa ilustrasi menu yang disediakan. Ruangan indoor ini memiliki pencahayaan yang bagus, tidak terlalu terang, serta tidak remang-remang. Pada bagian atas terdapat lampu tempel dan lampu gantung desain yang menarik.
Hiasan dinding

hiasan lantai
Untuk layanan jaringan internet nirkabelnya, Superhotspot memang sudah tidak diragukan lagi kecepatannya. Akan tetapi untuk pelayannya ada perlu sedikit catatan. Bagi pengunjung yang memesan minuman atau hanya minuman, maka pemesan akan dipanggil ketika pesanan sudah jadi. Bagi penulis ini sedikit mengganggu terutama bagi pengunjung berada/ duduk di sisi barat atau dekat kasir, karena karyawan memanggil dengan keras, dan akan lebih baik bila semua pesanan diberikan nomor pesan dan pesanannya diantarkan ke tempat duduk pengunjung. Untuk masalah waktu, hal ini tentu dapat diatasi karena jumlah karyawan yang tidak sedikit.
Aktivitas pengunjung
Pada bagian fasilitasnya, untuk meja kursinya, menggunakan kursi yang kurang nyaman terutama ketika digunakan untuk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Jadi akan terasa cepat lelah karena bentuknya kurang ergonomis. Untuk toiletnya sudah bagus tapi jumlahnya sangat terbatas. Untuk makanan dan minuman yang disajikan, bisa dikatakan harganya terbilang cukup maha, mungkin hal ini sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Akan tetapi yang disayangkan ialah untuk penyajian minumannya, tidak ada yang menggunakan gelas atau cangkir, tapi memakai paper cup dan gelas plastik. Sebenarnya pengemasan ini akan mengurangi rasa sekian persen dari minuman yang disajikan. Sebelumnya penulis juga sering ke Superhotspot Luxury yang berada di Jalan Kaliurang, di sana minumannya tidak disajikan dengan wadah plastik, melainkan gelas kaca atau cangkir keramik, kecuali air mineral dam kemasan botol. Untuk buku menu, jumlahnya sangat terbatas sehingga membuat pengunjung mesti antre dua kali, meskipun sudah disediakan papan menu besar di atas kasir.
Hiasan dinding sisi lain
Dan yang terakhir, karena ketika penulis datang untuk pertama kali ketika mati listrik, sebaiknya SH Timoho ini juga memiliki genset sehingga dapat menggunakan cadangan energi listrik ketika dibutuhkan. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas dari fasilitas yang telah disediakan.


Senin, 01 Oktober 2018

Tentang Pancasila dan Kebangkitan Nasional

Optimalisasi Pemahaman Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan: 
Suatu Upaya untuk Menumbuhkan Harmonisasi Budaya 
Menuju Kebangkitan Nasional*

Oleh: Moh Wahyu S


Sudah lebih dari setengah abad negeri ini memperoleh suatu anugerah kemerdekaan secara kasat mata. Sebagai hasil perjuangan para pahlawan terdahulu. perjuangan yang dimulai dari adanya keberanian untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari penjajahan yang telah bermula sebelum pemberian anugerah kemerdekaan. tentunya anugerah kemerdekaan itu tidak serta-merta datang kepada bangsa dan negara ini dengan begitu saja. adalah suatu perjuangan yang besar dalam merebut kemerdekaan yang dilakukan oleh para pejuang terdahulu. para pejuang yang telah rela mengorbankan harta hingga nyawanya sendiri demi kemajuan bangsa yang lebih baik. tentunya perjuangan itu dimulai dari keinginan untuk bangkit memperoleh kehidupan yang lebih baik. Apabila dilihat dari kondisi sosio-geografis, negeri yang mempunyai ribuan pulau ini tentunya juga mempunyai ragam budaya masing-masing yang khas. jadi, suatu hal yang luar biasa yang biasa membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan para pejuang bangsa di masing-masing wilayah di negeri ini mengingat bahwa perjuangan mereka pada mulanya masih bersifat ras dan kedaerahan.
        Namun, kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya malah hilang dari sendi-sendi kehidupan masyarakat bangsa ini. secara tidak langsung terjajah oleh bangsa lain dalam hal kegiatan sosial ekonomi perdagangannya. Dan adalah lebih parah lagi, terjajah oleh angsa sendiri yang begitu egois dan serakah. lihat saja informasi dan yang setiap harinya terbit di media cetak, setiap detiknya selalu update di media online. Sebagian besar berita-berita tersebut adalah berita-berita yang dalam pandangan negatif. Pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, korupsi, KDRT, kerusuhan-kerusuhan antar etnis dan agama, terorisme, dan masih banyak lagi macam lainnya. sehingga nampak sekali bahwa bangsa ini semakin jauh saja dari cita-cita luhur bangsa ini. Termasuk juga akses untuk mendapatkan hak pendidikan dan kesehatan yang semakin sulit dijangkau oleh masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.
          Indonesia sebagai negara yang multikultur, multietnis, dan multireligi, tentunya memerlukan suatu perekat bangsa yang bisa menyatukan ke semua perbedaan tersebut. kita tidak bisa menyalahkan akan sistem pemerintahan yang dijalankan di negeri ini. Sistem demokrasi yang dijalankan kini sudah semakin jauh dari tujuan demokrasi itu sendiri. kebebasan yang ada sekarang malah lebih mengarah kepada liberalis. Namun tidak bijak apabila dikatakan tidak demokratis, sementara di sisi lain masih banyak warga negara kita yang kehilangan hak untuk memperoleh fasilitas sosial sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar negeri ini.
           Tidak hanya pada sistem pemerintahan semata, dalam kehidupan sehari-hari juga perlu adanya toleransi antar golongan, Dalam arti toleransi dalam umat beragama, toleransi antar suku dan etnis, dan toleransi antar budaya. Kerusuhan-kerusuhan yang terjadi, sebagian besar biasanya disebabkan agama dan etnisitas. Agama sebagai suatu unsur kebudayaan yang paling vital dan sensitif tentunya memerlukan perhatian yang serius dari para pengatur kebijakan. Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) merupakan salah satu wadah untuk membentuk sikap dan perilaku yang toleran. Namun, perlu digaris bawahi adalah bahwa toleransi itu tidak seperti cuek atau acuh tak acuh/ tidak peduli. Toleransi yang diharapkan ialah saling menghargai dan menghormati supaya tercipta suasana kerukunan dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
            Sekolah, mulai dari lembaga pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, Sebagai suatu wadah dalam dunia pembelajaran formal dari suatu instansi pendidikan tentunya juga memiliki peran yang begitu besar sebagai suatu bidang yang bertugas dalam peningkatan sumber daya manusia. Materi-materi dasar yang diajarkan adalah sangat baik apabila lebih diarahkan pada kepentingan umum dan kemajuan bangsa. Misalnya saja, apa pun jenjang pendidikan dan apa pun bidang/jurusan yang ditekuninya apabila dihayati sebagai kegiatan pembelajaran untuk kemajuan bangsa dan negara tentunya akan berbeda dengan pembelajaran sekolah yang hanya sebagai legal-formalitas saja. Lembaga pendidikan juga sebagai wadah awal dalam pembekalan manusia sebelum terjun ke dunia kehidupan masyarakat, di samping pembelajaran dari orang tuanya sendiri. Diharapkan dari adanya pembelajaran mengenai Pancasila dan kewarganegaraan, para generasi penerus dapat lebih memahami akan nilai-nilai luhur kehidupan yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan menjiwainya.
     Secara internal sendiri, para pembelajar lebih memahami dan tentunya diharapkan juga bisa menerpakan akan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Apabila disarikan dari Pancasila sendiri, "Ketuhanan Yang Maha esa" tentunya menjadi pedoman hidup untuk beragama dan juga sebagai kendali sosial dalam menjalani kehidupan. Sebagai manusia yang beradab, yang pasti juga akan memperhatikan jalan hidup baik yang kan dipilih atau diambil untuk dijalaninya. dalam kegiatan pembelajaran formal, nilai tersebut tentu perlu diarahkan (sekali lagi) ke arah yang mendukung atau yang sesuai dengan cita-cita bangsa tentang kerukunan dan toleransi antar golongan pada umumnya dan toleransi agama pada khususnya. Hal tersebut sebagaimana yang diajarkan sebagai bentuk perwujudan dari bangsa yang bermoral Pancasila. Rasa saling menghargai dan menghormati tentu juga akan menjadi pupuk kehidupan dalam menjalani hidup bermasyarakat yang harmonis.
        Apabila dilihat dan dimaknai secara eksternal, pengaruh dari luar tentunya juga tidak kalah besar. Kalau orang tua dulu sering berkata bahwa "galangan kalah karo golongan". Pengaruh dari luar, baik dari keputusan oleh para pengatur kebijakan publik, media massa, maupun masyarakat, tentu akan membawa dampak pada perkembangan suatu individu (sebagai manusia pembelajar). Untuk para pemegang pemerintahan yang mempunyai pengaruh secara legal, apabila tidak memahami dan mengambil nilai-nilai dasar kepancasilaan yang akan diterpakan dalam keputusannya, tentu akan menuai dampak yang kurang bagus. Ambil saja contoh mengenai keputusan dari kebijakan mengenai pendidikan yang baru-baru ini sedang hangat dalam pembicaraan publik yang berkaitan tentang sistem pembiayaan pendidikan pada pendidikan tinggi yang mengerucut pada Uang Kuliah tunggal (UKT). Kita tidak bisa serta merta langsung menyalahkan keputusan tersebut, yang dinilai sebagai semakin mahalnya biaya untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, yang perlu digaris bawahi dan perlu diperhatikan oleh pemerintah mengenai pembiayaan yang berkeadilan itu ialah adil sesuai porsinya masing-masing. Istilah adil tidak harus sama sepertinya cukup tepat apabila ditaruh dalam simpang pembahasan ini. Misalnya saja bila dibaratkan memberi pakaian kepada orang yang badannya besar dengan orang yang badannya tidak begitu besar. Tentunya kita tidak bisa memberikan masing-masing pakaian dalam satu ukuran yang sama. dari sini kita dapat melihat dari pentingnya akan pemaknaan dari suatu bentuk "Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia". Adil dalam pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban bagi selurah bangsa, saling menghargai akan hak satu sama lainnya guna menciptakan suasana harmoni untuk menuju kebangkitan nasional yang masyarakatnya berbudaya, berbangsa, dan bernegara dalam arti yang sebenarnya.
         Dari semua hal tersebut tentunya akan sulit terwujud apabila tidak dimulai dari yang terkecil. Dengan sikap saling menghargai dan menghormati serta peduli yang dimulai dari lingkungan rumah tangga, dari pergaulan dalam kelas, dari pergaulan organisasi, dan akhirnya akan menyebar dan tumbuh pada kehidupan negara Indonesia. 


*Esai ini merupakan tulisan yang pernah saya ikutkan dalam lomba menulis tahun 2014

Jumat, 28 September 2018

Artikel Anti Narkoba


Sosialisasi Melalui Sosial Media sebagai Upaya Penyelamatan Generasi Bangsa dari Bahaya NAPZA*

     












     Narkoba, sebagai suatu benda yang mempunyai manfaat di bidang medis ini juga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif melalui pembenargunaan narkoba adalah untuk pengurang rasa nyeri pada kegiatan medis atau sebagai bahan penelitian farmasi yang kemudian kandungan zatnya dapat diturunkan menjadi obat-obatan (seperti obat batuk dengan dextrometorphan yang merupakan turunan dari morfin).Akan tetapi, yang perlu dipertimbangkan ialah mengenai penyalahgunaan dari manfaat benda-benda adiktif ini.
        Dewasa ini, tindakan penyebaran penyalahgunaan narkoba oleh masyarkat kian marak. Jaringan rantai iblis ini masuk ke berbagai golongan, mulai dari pejabat, artis, pegawai, hingga pada masyarakat usia bangku sekolah/ kuliah. Penyalahgunaan pada usia produktif ini akan membawa dampak negatif yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Usia muda dan produktif sebagai generasi penerus bangsa hendaknya dijauhkan dari tindakan ini. Penyalahgunaan ini selain melanggar hukum juga sebenarnya membahayakan bagi kesehatan penggunanya sendiri. Pengguna akan merasa memiliki ikatan akan ketergantungan dengan narkoba. Selain itu juga memberi pengaruh buruk pada keadaan psikologis dan hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya. Secara individu, efek negatif yang ditimbulkan ialah bahwa si individu tersebut akan malas dalam belajar, menurukan produktivitas, tidak memperhatkan pola makan, tidak memperhatikan kebersihan diri yang nantinya akan menimbulkan berbagai penyakit, penyalahgunaan konsumsii narkoba dengan jarum suntik juga dapat memicu timbulnya penyakit menular yang berbahaya, karena ketergantungan yang semakin lama semakin mengikat maka individu butuh sumber daya untuk memperoleh benda haram tersebut dengan berbagai cara termasuk mencuri. Efek negatif pengguna pada hubungan sosial ialah, ia akan acuh tak acuh pada orang-orang sekitar dan akan merugikan secara ekonomi. Secara universal, karena benda ini dianggap benda haram karena penyalahgunaan, maka apabila orang-orang sekitar si individu tersebut diketahui menggunakan benda ini maka akan memunculkan pandangan negatif terhadapnya.
       Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting mengingat bahaya dari tindak penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan melalui sosialisasi tentang bahaya narkoba melalui jaringan sosial media. Sosial media merupakan tempat efektif dalam penyebaran informasi karena penggunaan jaringan data ini lebih banyak oleh generasi muda. Saat ini, hampir semua anak muda mempunyai lebih dari satu akun sosial network dari provider penyedia situs-situs jejaring. Dari sini, upaya sosialisasi dapat dilakukan. Yang perlu dicatat ialah agen-agen atau kader-kader yang diperlukan dalam gerakan pencegahan ini. Kader dibentuk supaya matang dalam sosialisasi dan dari subjek yang sepemahaman dengan objek sasaran, yakni generasi muda. Denga adanya kader-kader ini maka upaya sosialisasi lebih tersistem. Bentuk penyebaran informasi dapat juga dikemas dalam berbagai bentuk, sesuai dengan ide-ide kreatif kader-kader muda tersebut sehingga masyarakat akan lebih tertarik dan mudah dalam menyerap informasi.(AOB)


*Artikel ini ditulis pada Oktober 2014 sebagai salah satu persyaratan mengikuti Diklat Anti NAPZA UGM di Pondok Tingal