• Puisi Untuk Hari Tani

    24 September* oleh: Moh Wahyu Sholihuddin

  • Tentang Pancasila dan Kebangkitan Nasional

    Optimalisasi Pemahaman Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan: Suatu Upaya untuk Menumbuhkan Harmonisasi Budaya Menuju Kebangkitan Nasional*

  • Teaser Tulisan KKN AOB di Kalimantan Barat 2015

    KKN 2015, Pengabdian?

  • Tulisan Anti NAPZA

    Sosialisasi Melalui Sosial Media sebagai Upaya Penyelamatan Generasi Bangsa dari Bahaya NAPZA

Senin, 17 Desember 2018

Melihat Rindu Dalam Matanya (Puisi)

Melihat Rindu Dalam Matanya

Bagaikan langit,
yang mengatapi bumi
menerpa dalam perjalanan waktu
tiada henti menghidupkan asa
begitu halnya rasa rindu
padamu,
menitipkan pesan
membersamai roda kehidupan
sapaan dalam kiasan kata
melihat akan kenangan lalu
terakhir dalam peraduan rasa
kala menatap bagaimana bersama
melihat
memaknai kembali
mengeja, bahasa dan cerminannya
bagaimana kah bisa sama
dalam sorot pandangannya
adakah titipan rinduku
yang sampai pada kotak suara di benaknya


ilustrasi:
https://cdn-asset.hipwee.com/wp-content/uploads/2017/05/hipwee-StockSnap_5Y2TVGW2D1-750x422.jpg


Kamis, 22 November 2018

Ceritaku Dengannya 1 (Puisi)


Ceritaku Dengannya 1


Cinta,
dalam cerita para remaja
insan yang beranjak dewasa
penuh dengan dengan kejutan adanya
seperti pepatah yang berkata,
mencari jati diri
Tentang apa
dan tentang siapa
dan dengan siapa
bagaimana ku memulainya
ketika pada waktu itu
awal menduduki bangku SMA
putih abu-abu sebagai zirah juangku
Memang membosankan bila hanya mengenyam buku

Dirinya,
Perempuan pertama
yang sedikit mengalihkan perhatianku
dari keriuhan suasana sekolah
meski sambutan hangatku hanya dalam kalbu
kurasakan bagaimana balasan dalam renungan rasa
Sebagai remaja ingin terlihat gagah di matanya
banyak hal ingin kutunjukkan
namun hanya dalam pikiran belaka
tiada aksi dalam nyata
kala itu, aku lebih menyita waktu
menghabiskan luang untuk sebuah pengalaman
menjerumuskan dalam kegiatan keorganisasian
dengan teman-teman dari berbagai kalangan
hingga ku terlena
pada apa yang telah ku pahat dahulu

Entah angin apa yang berbicara
Mendengarnya menjadi milik seseorang
dengan orang sudah lama menjadi temanku
tentu aku ingin terlihat hebat
membiarkan itu berlalu
meski hanya mencuri waktu
dalam kata dalam tatap mata
bercerita tentang kisah
hati ke hati tanpa suara
begitu rahasia dalam rasa

Begitu waktu terus bergulir
setahun dua tahun terlewati
ku diamkannya
hingga ku tahu ia sudah tak dengan temanku itu
tetap ku diamkan dalam kelabu
sampai pada akhir kenangan remaja SMA
ku mulai membuka pembicaraan dengannya
meski tak bertatap langsung
beberapa minggu cair dalam suasana
seperti sediakala
aku dan dia
meski tiada pembicaraan yang menjerumus tentang rasa
akan tetapi, kemudian hilang cerita lagi
Hingga beberapa tahun kemudian
dalam sebuah kamar dunia maya
kini ia sudah ada yang punya
dalam rasa penuh kedewasaan
dalam ikatan penuh pengertian
bukan lagi ikatan seperti masa SMA
ya, ikatan pernikahan
Tak mungkin ku memulai suasana lagi dengannya
semoga benar-benar bahagia
dengan pasangannya
dengan keluarga barunya
itu doaku,
tulus dari hatiku


sumber ilustrasi:
http://desainarena.com/wp-content/uploads/2014/10/Tutorial-photoshop-cara-membuat-foto-siluet-10.jpg

*Sebuah sajak tentang cerita lama,
*puisi apa curhat ini? bhahahahaha...

Selasa, 20 November 2018

Angin yang Menari di Sore Hari (Puisi)

Angin yang Menari di Sore Hari


Menuntun anganku pada sebuah bangku,
ke sana dan berharap mendapat cerita
meski hanya remahan dari drama romansa
tiada yang berbeda,
seperti ketika beberapa tahun yang lalu
Begitu ramai para manusia
yang berseliweran disekitaran
bersama dengan bangku-bangku yang terpatri
di samping gedung yang menghadap ada sebuah taman

Percakapan dan dentuman nada menghiasi suasana
tidakkah yang membawaku ke sini
seperti bayangan akan sunyi
percakapan dan keriuhan
juga terjadi dalam raga ini
hanya saja berbeda bentuk dan pemaknaan
keramaian hanya di dalam pikiran
bercengkerama dengan sisi lain
berdiskusi dengan membisukan mulut
dalam diam yang penuh keramaian
Hanya rasa dan aroma
dari pada angin yang menyelimuti senja
menari seakan mengejek
pada tiap insan yang menyendiri
atau mungkin maksudnya memang menghibur
dengan tarian-tariannya yang penuh kesejukan


sumber ilustrasi: https://madjikanimyang.files.wordpress.com/2010/02/autumn-1.jpg
sebuah sajak jelang senja di bangtem FIB

Sabtu, 17 November 2018

Kilas Balik KKI 2013 Yogyakarta

Selamat yah mene ....
Sebelum membaca lebih jauh, mari kita ketahui lebih dahulu apa itu KKI? dan tentang apa tulisan ini nanti? Dan kenapa cerita lama tahun 2013?
Tulisan ini dibuat untuk menyongsong dan menyemarakkan KKI 2018 yang akan digelar awal Desember nanti di Jakarta sekaligus menyegarkan ingatan akan pelaksanaan sebelumnya.

KKI atau kepanjangan dari Kongres Kebudayaan Indonesia ialah sebuah acara kongres yang membahas tentang budaya yang ada di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan sebelumnya ialah pada tahun 2013 bertempat di Yogyakarta. Lokasi pelaksanaan kongres ini berpindah-pindah tiap periodenya. Untuk tahun 2018 ini, yang sebelumnya hendak dilaksanakan di Bali, akan tetapi Kemendikbud RI sebagai komite pelaksana telah menentukan lokasinya di Jakarta, Kompleks Kemendikbud.
Pada tahun 2013 lalu, kegiatan ini berjalan selama 5 hari, di hari pertama dilakukan upacara pembukaan serta 4 hari kemudian dilaksanakan sidang kongres serta pada malam terakhir dilakukan penutupan. Oleh karenanya banyaknya peserta, maka sidang pada kongres tersebut dibagi menjadi 5 kelas sidang yang masing-masing di tempat yang berbeda. Sidang 1 dan 2 berada di Hotel Saphire, sedangkan Sidang 3, 4, dan 5 berada di Royal Ambarukmo.
Pada setiap kelas sidang, diberikan paparan materi oleh tenaga ahli bidang budaya atau budayawan mengenai permasalahan, perkembangan, dan pelestarian budaya di Indonesia. Selain itu, para peserta sidang juga berkontribusi dalam memberikan sumbang dan masukan pemikiran terkait upaya bagaimana melestarikan kebudayaan di Indonesia.
Strategi-strategi yang disampaikan dan diadu pemikirannya cukup beragam, mulai dari etnik dan musik, toleransi, tinggalan budaya materi, pelestarian adat istiadat, metode pengembangan hasil budaya, dan lain sebagainya.
Untuk melengkapi cerita secara visual, di bawah ini ada beberapa dokumentasi yang sempat penulis abadikan ketika pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia di Yogyakarta tahun 2013. Penulis di sini dulu pernah menjadi salah satu panitia pada bagian LO, yakni menghubungkan para undangan dan pembicara untuk kelancaran pelaksanaan kongres. Akan tetapi pada pelaksanannya ternyata malah nge-handle berbagai macam tugas, seperti LO, administrasi, MC, dan asrot. Sebagai pengalaman saja sih dalam menjalankan tugas.


Rapat koordinasi persiapan Panitia KKI 2013 di Hotel Saphire

Upacara pembukaan KKI 2013, Ambarukmo

Upacara pembukaan KKI 2013, Ambarukmo

Suasana hettics ruang sekretariat

Koordinasi pemateri dan panitia

Suasana salah satu ruang sidang kongres

Suasana salah satu ruang sidang kongres

Mengantar peserta undangan ke penginapan

Gala dinner pdi pendopo Ambarukmo

Peserta dan panitia (notulen) pada salah satu kelas sidang

Pendataan ulang peserta di resepsionis


Enjoy setelah upacara penutupan, panitia mahasiswa (LO dan notulen)


*Lain kali ditambah saya tambah lagi tulisannya ya... bhehehehee